SELAMAT DATANG

PELUANG USAHA


Assalamu’alaikum, salam sehat selalu...

Mau tau caranya bikin kulit cerah alami, bebas jerawat, kusam, kasar, dan noda/flek hitam di wajah?? Klik ini aja.

Minggu, 03 Juni 2012

VCO sebagai obat


VCO sebagai obat

VCO yang saat ini dikaitkan langsung dengan kesehatan sebagai obat herbal yang aman dan Ampuh,  oleh para produsen diperlakukan sama dengan obat. Manfaat kesehatan dari VCO dikaitkan dengan kandungan asam laurat yang  bersifat antibakteri, antifungi, dan antivirus, di samping berkhasiat mengendalikan kolesterol jahat dan bermanfaat bagi kesehatan jantung.

VCO merupakan minyak yang dihasilkan melalui proses tertentu sedemikian rupa sehingga seasli mungkin seperti keadaan alaminya dalam daging kelapa (virgin). Ini juga dimaksudkan untuk membedakannya dengan proses pengolahan minyak kelapa yang melalui tahapan pemurnian (refining) sehingga melibatkan bahan kimia. Dengan demikian, VCO bebas bahan kimia.

Berdasarkan pengertian tersebut, produk kelapa yang mengandung asam laurat cukup tinggi dan alami tanpa proses kimiawi juga akan memiliki manfaat kesehatan. Produk-produk tersebut adalah susu santan dan krim kelapa.

Air kelapa juga dipromosikan sebagai minuman sehat di India. VCO memiliki konteks produk yang dapat meningkatkan kesehatan (daya imunitas tubuh terhadap berbagai penyakit degeneratif) dan bahan baku kosmetik alami yang bernilai tinggi.

Kelapa parut kering merupakan produk campuran makanan yang higienis dan praktis. Susu santan adalah minuman kesehatan yang dapat mensubstitusi susu, dan krim kelapa merupakan bahan yang praktis dan higienis untuk keperluan memasak pengganti santan parut manual.

A. Daging Buah Kelapa
Asam lemak yang terkandung dalam daging buah kelapa mengandung 90% asam lemak jenuh dan 10% asam lemak tak jenuh. Meskipun tergolong minyak jenuh, minyak kelapa dikategorikan sebagai minyak berantai karbon sedang (medium chain fatty acids, MCFA). Keunggulan asam lemak rantai sedang dibandingkan dengan asam lemak rantai panjang yaitu asam lemak rantai sedang lebih mudah dicerna dan diserap. Asam lemak rantai sedang saat dikonsumsi dapat langsung dicerna di dalam usus tanpa proses hidrolisis dan enzimatis, langsung dipasok ke aliran darah dan diangkut ke hati untuk dimetabolisir menjadi energi.

Minyak yang memiliki asam lemak rantai panjang harus diproses dulu di pencernaan sebelum diserap dinding usus melalui beberapa proses panjang untuk sampai ke hati. Keunggulan lain dari asam lemak rantai sedang yaitu di dalam tubuh tidak diubah menjadi lemak atau kolestrol serta tidak mempengaruhi kolesterol darah.
Asam lemak rantai sedang, khususnya asam laurat, mempunyai kemampuan yang spesifik sebagai antivirus, antifungi, antiprotozoa, dan antibakteri.

Asam laurat dalam tubuh manusia dan hewan akan diubah menjadi monolaurin. Monolaurin mempunyai efek kesehatan yang hampir sama dengan air susu ibu (ASI), yaitu dapat meningkatkan sistem kekebalan pada bayi dari infeksi virus, bakteri, dan protozoa. Karena itu, monolaurin berpeluang untuk dikembangkan sebagai obat penyakit sindrom pernafasan akut atau severe acute respiratory syndrom (SARS).

Bahan Pangan Berprotein Tinggi
Daging buah kelapa mengandung 10 jenis asam amino esensial sehingga dapat dikategorikan sebagai bahan makanan dengan protein bermutu tinggi. Protein bermutu tinggi adalah protein yang dapat menyediakan asam amino esensial dalam perbandingan yang menyamai kebutuhan manusia. Umumnya protein yang bermutu tinggi bersumber dari bahan hewani seperti daging, telur, dan susu.

Untuk penduduk dengan tingkat pendapatan yang relatif rendah, tentunya sangat sulit memenuhi kebutuhan asam amino dengan mengonsumsi protein hewani karena harganya tidak terjangkau. Karena itu, mengonsumsi bahan makanan berbahan baku kelapa merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan akan asam amino esensial.

Penggunaan minyak kelapa sebagai minyak makan perlu dilirik kembali oleh masyarakat khususnya petani kelapa. Saat ini sebagian besar masyarakat cenderung mengonsumsi minyak makan yang diolah dari minyak nabati lain, karena minyak goreng yang beredar di pasaran adalah minyak sawit, minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak bunga matahari.

Meningkatnya kesadaran konsumen untuk mengonsumsi minyak kelapa akan mendorong pengembangan pengolahan minyak kelapa segar. Kondisi ini merupakan peluang bagi petani/kelompok tani pada daerah-daerah pertanaman kelapa untuk kembali mengolah minyak makan dari kelapa.

Selanjutnya, mengonsumsi produk pangan berbahan baku daging buah kelapa, seperti minyak goreng, kelapa parut kering, santan, VCO, permen kelapa, selai kelapa, es kelapa muda, dan tart kelapa (klaapeertart) tanpa disadari telah memanfaatkan asam lemak rantai sedang yang cukup tinggi yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus, bakteri dan protozoa, serta sejumlah asam amino esensial yang sangat dibutuhkan tubuh.

Mengonsumsi VCO 3,5 sendok makan/hari setara dengan mengonsumsi 7 ons daging kelapa segar atau 2,5 mangkuk kelapa parut kering atau 10 ons santan kelapa.

B. Minyak Kelapa
1. Karakteristik
Minyak kelapa penting bagi metabolisme tubuh karena mengandung vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K serta provitamin A (karoten). Di samping itu, minyak kelapa mengandung sejumlah asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh.

Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Balitka) telah menghasilkan empat varietas kelapa Dalam unggul, yaitu Dalam Tenga, Dalam Palu, Dalam Bali, dan Dalam Mapanget.

Komposisi asam-asam lemak yang dianalisis dari kopra keempat varietas tersebut tertinggi, yaitu asam laurat 36,12-38,28%, asam miristat 13,42- 15,90%, asam kaprilat 8,78-11,10%, asam kaprat 6,38-8,08%, asam palmitat 6,48- 7,95%, asam oleat 4,27-5,26%, asam stearat 1,76-2,54%, dan asam linoleat 1,44-1,66%.

Hasil analisis VCO dari keempat varietas tersebut diperoleh rata-rata asam lemak rantai sedang 56-57% dengan kadar asam laurat 43%. Asam lemak rantai sedang lainnya yang mempunyai khasiat untuk kesehatan adalah asam kaprat, asam oleat (Omega-9), dan asam linoleat (Omega-6).

2. Manfaat
Suatu penelitian telah dilakukan terhadap 15 orang pasien penderita HIV di Rumah Sakit San Lazaro, Manila. Pasien-pasien tersebut diberi monolaurin murni dalam bentuk kapsul maupun minyak kelapa dan dibagi dalam tiga kelompok.

Pasien pada kelompok pertama diberi monolaurin dosis tinggi, berupa kapsul yang mengandung 7,2 g monolaurin tiga kali sehari atau 21,6 g/hari. Pasien pada kelompok kedua diberi monolaurin dosis rendah, yaitu diberi kapsul yang mengandung 2,4 g monolaurin tiga kali sehari atau 7,2 g/hari. Pasien pada kelompok ketiga diberi minyak kelapa 15 ml tiga kali sehari atau 45 ml/hari.

Setelah 6 bulan pengobatan, 9 dari 15 pasien tersebut mengalami perbaikan terhadap serangan HIV, yang ditandai dengan menurunnya jumlah virus HIV. Dari 9 orang pasien tersebut, 2 orang mengonsumsi kapsul yang mengandung 7,2 g monolaurin, 4 orang mengonsumsi kapsul yang mengandung 2,4 g monolaurin, dan 3 orang mengonsumsi minyak kelapa.

Penelitian terhadap penduduk yang bermukim di salah satu pulau di Pasifik yang minyak makannya berasal dari kelapa menunjukkan total kolestrol dan kolesterol baiknya (high density lipoprotein, HDL cholestrol) meningkat dan kolesterol jahatnya (low density lipoprotein, LDL cholestrol) menurun.

Pada kelompok lain yang bermigrasi ke Selandia Baru dan jarang mengonsumsi minyak kelapa, ternyata total kolestrol dan kolesterol baiknya meningkat, sedangkan kolesterol jahatnya menurun.

Suatu riset yang dilakukan di India menunjukkan bahwa serangan kardiovaskular di Pulau Nikobar sangat rendah, karena penduduk yang bermukim di pulau tersebut mengonsumsi kelapa. Sama halnya dengan penduduk di Pulau Lashadeveep yang mengonsumsi daging buah kelapa dan minyak kelapa sebagai minyak makan, ternyata kasus penyakit jantungnya sangat rendah.

Telah diketahui pula penggunaan minyak kelapa sebagai salah satu formula makanan bayi dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar